• Twitter
  • Twitter
  • Facebook
  • RSS

Kamis, 21 Januari 2010

Sejarah Utsawa Dharma Gita

Dari Pesantian


A. PENGERTIAN UTSAWA DHARMA GITA

Berdasarkan kitab suci Veda, Utsawa Dharma Gita pada hakekatnya adalah; Phalasruti, Phala- sloka, dan Phalakwaya. Phalasruti mengandung makna pahala dari pembacaan kibat-kitab sruti atau wahyu yang pada umumnya disebut mantra yang berasal dari Hyang Widhi.

Phalasloka adalah pahala dari pembacaan kitab-kitab susastra Hindu seperti kitab Itihasa, yakni Ramayana cur. Mahabrata. Phalawakya adalah tradisi pembacaan karya sastra Jawa Kuno berbentuk prosa atau parva. Utsawa berarti festival atau lomba. Sedangkan Dharma Gita adalah nyanyian suci keagamaan. Dengan demikian, Utsawa Dharma Gita adalah festival atau lomba nyanyian suci keagamaan Hindu. Utsawa Dharma Gita. sebagai kidung suci keagamaan Hindu telah lama berkembang di masyarakat melalui berbagai pesantian, , baik yang ada di Bali maupun luar Bali. Sebelum menasional, Utsawa Dharma Gita dilaksanakan Pemda Bali dalam bentuk lomba kekawin dan kidung.

Penggunaan Dharma Gita dalam berbagai bentuk kegiatan keagamaan sangat membantu menciptakan suasana hening, hikmat/kusuk yang dipancari getaran kesucian dengan jenis yadnya yang dilaksanakan, sehingga kegiatan tersebut dapat berjalan hening, hikmat/kusuk. Untuk melestarikan dan mengembangkan Dharma Gita dalam pelaksanaan kegiatan di masyarakat, Utsawa Dharma Gita diupayakan berlangsung setiap tiga tahun sekali. Utsawa Dharma Gita tingkat nasional telah berlangsung delapan kali berturut-turut.

B. TUJUAN UTSAWA DHARMA GITA

Meningkatkan rasa keagamaan sebagai wujud pemahaman ajaran agama. Meningkatkan sradha dan bhakti sebagai landasan terbentuknya ahlak mulia. Melestarikan dan mengembangkan Dharma Gita di kalangan umat Hindu. Memantapkan kerukunan hidup intern umat Hindu yang serasi dan harmonis. Mempersatukan dan menyamakan persepsi tentang Dharma Gita. Meningkatkan kajian terhadapa kitab suci Veda.

Meningkatkan keterampilan membaca kitab suci Veda atau kidung-kidung keagamaan. Meningkatkan penguasaan materi ajaran agama Hindu.

C. TEMPAT PELAKSANAAN UTSAWA DHARMA GITA TINGKAT NASIONAL

Pelaksanaan Utsawa Dhama Gita tingkat nasional pertama sampai ke delapan berlangsung di;

1. Utsawa Dhama Gita tingkat nasional pertama dilaksanakan di Denpasar, Bali pada 1978. Saat itu namanya Pembinaan Seni Sakral. Jenis kegiatannya; pembinaan nyanyian pengiring tari Sanghyang, jenis-jenis kidung dan kekawin dengan kekhasan daerah masing-masing dan diikuti utusan se-provinsi Bali.

2. Utsawa Dharma Gita II berlangsung di Denpasar pada 1979. Jenis kegiatan; parade seni, pameran foto, kekawin, kidung macapat, dan phalakwaya yang diikuti utusan kabupaten se-provinsi Bali.

3. Utsawa Dharma Gita III juga berlangsung di Denpasar pada 1980. Jenis kegiatan; parade seni, pameran foto, kekawin, kidung, phalakwaya yang diikuti utusan kabupaten se-provinsi Bali dan Lombok.

4. Utsawa Dharma Gita Tingkat Nasional IV berlangsung di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta pada 1991. Jenis kegiatannya; parade seni, utsawa pembacaan Sloka, utsawa pembacaan Phalakwaya, Dharma Widya, parade kidung daerah, sarasehan, dan pameran. Juara umum diraih kontingen Provinsi Bali.

5. Utsawa Dharma Gita Tingkat Nasional V dilaksanakan di Solo-Surakarta, Jawa Tengah, pada 1993. Jenis kegiatan; parade seni, utsawa pembacaan Sloka, utsawa pembacaan Phalakwaya, Dharma Widya, parade kidung daerah, sarasehan, dan pameran. Juara umum diraih kontingan Provinsi Jawa Tengah.

6. Utsawa Dharma Gita Tingkat Nasional VI dilaksanakan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah pada 1996. Jenis kegiatan; parade seni, utsawa pembacaan Sloka, utsawa pembacaan Phalakwaya, Dharma Widya, parade kidung daerah, sarasehan, dan pameran. Juara umum diraih Provinsi Bali.

7. Utsawa Dharma Gita Tingkat Nasional VII dilaksanakan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta pada 2000. Jenis kegiatan; parade seni, utsawa pembacaan Sloka, utsawa pembacaan Phalakwaya, Dharma Widya, parade kidung daerah, sarasehan, dan pameran. Juara umum diraih Provinsi Bali

8. Utsawa Dharma Gita Tingkat Nasional VIII dilaksanakan di Mataram, Nusa Tenggara Barat pada 2002 Jenis kegiatan; parade seni, utsawa pembacaan Sloka, utsawa pembacaan Phalakwaya, Dharma Widya, parade kidung daerah, sarasehan, dan pameran. Juara umum diraih Provinsi Bali.

9. Utsawa Dharma Gita Tingkat Nasional IX dilaksanakan di Bandar Lampung, Lampung pada 2005. Jenis kegiatan; parade seni, utsawa pembacaan Sloka pasangan remaja putra-putri, utsawa pembacaan Phalakwaya pasangan putra-putri, utsawa pembacaan Phalakwaya dewasa putra-putri, Dharma Widya tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), Dharma Wacana tingkat remaj a dan dewasa, utsawa kidung/lagu-lagu keagamaan daerah, sarasehan, dan pameran. Utsawa Dharaia Gita Tingkat Nasional IX diikuti peserta dari 29 provinsi dan utusan negara sahabat seperti India.

10. Utsawa Dharma Gita tingkat Nasional X dilangsungkan di Kendari, Sulawesi Tenggara pada 27 Juli- 1 Agustus 2008 mendatang, direncanakan akan dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhojono, dan ditutup oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Demikianlah sejarah singkat pelaksanaan Utsawa Dharma Gita Tingkat Nasional yang sampai saat ini telah berlangsung sepuluh kali.





1 komentar:

Poskan Komentar